TUGAS 1 MANAJEMEN STRATEGIK


1. a. Bagan Proses Manajemen Strategi


















b. Maksud dari bagan tersebut :

Normal0false falsefalsefalse EN-USX-NONEX-NONE MicrosoftInternetExplorer4 Cara para perencana strategi menentukan sasaran & mengambil keputusan.

Proses Manajemen Strategik meliputi :

Mendefinisikan kegiatan utama organisasi (core business), menetapkan/mengem-bangkan visi dan misi organisasi.

Setiap organisasi pasti mempunyai visi,misi dan tujuan. Visi,misi dan tujuan ini akan menentukan arah yang akan dituju oleh organisasi. Tanpa adanya visi,misi, dan tujuan maka kinerja organisasi akan berjalan acak dan kurang jelas serta mudah berubah dan diombang-ambingkan oleh situasi eksternal. Perubahan yang tidak mempunyai visi, misi dan tujuan seringkali bertindak spontantitas dan kurang sistematis seperti yang dilakukan oleh pedagang kecil hanya untuk memperoleh sesuap nasi. Tentunya hal ini tidak boleh terjadi bagi suatu organisasi bisnis (perusahaan) apalagi jika perusahaan tersebut boleh dikatakan skala menengah dan atas.

Menetapkan tujuan organisasi yang terukur

Menyusun/memilih strategi untuk mencapai tujuan

Formulasi strategi melibatkan penetapan serangkaian tindakan yang tepat guna mencapai tujuan perusahaan. Formulasi strategi ini meliputi pengembangan misi bisnis, analisa SWOT:mengidentifikasi peluang dan ancaman eksternal serta mengukur dan menetapkan kelemahan dan kekuatan internal dan menetapkan tujuan jangka panjang.

Analisa SWOT

SWOT merupakan singkatan dari strength (kekuatan), weakness (kelemahan), opportunity (peluang) dan threats (ancaman). Pendekatan ini mencoba menyeimbangkan kekutaan dan kelemahan internal organisasi dengan peluang dan ancaman lingkungan eksternal organisasi.

Kekuatan (strength) adalah suatu kondisi di mana perusahaan mampu melakukan semua tugasnya secara sangat baik (diatas rata-rata industri).

Kelemahan (weakness) adalah kondisi di mana perusahaan kurang mampu melaksanakan tugasnya dengan baik di karenakan sarana dan prasarananya kurang mencukupi.

Peluang (opportunity) adalah suatu potensi bisnis menguntungkan yang dapat diraih oleh perusahaan yang masih belum di kuasai oleh pihak pesaing dan masih belum tersentuh oleh pihak manapun.

Ancaman (threats) adalah suatu keadaan di mana perusahaan mengalami kesulitan yang disebabkan oleh kinerja pihak pesaing, yang jika dibiarkan maka perusahaan akan mengalami kesulitan dikemudiaan hari.

Mengimplementasikan dan mengeksekusi strategi

Di dalam implementasi strategi, perusahaan diharapkan menetapkan atau merumuskan tujuan perusahaan tahunan (annual objective of the business), memikirkan dan merumuskan kebijakan, memotivasi karyawan serta mengalokasikan sumber daya sehingga strategi yang telah di formulasikan dapat dilaksanakan. Mengimplementasikan berarti menggerakan para karyawan dan manajer untuk menempatkan strategi yang telah formulasikan menjadi tindakan nyata. Implementasi strategi memerlukan kinerja dan disiplin yang tinggi tetapi juga diimbangi dengan imbalan yang memadai. Tantangan implementasi adalah menstimulir para manajer dan karyawan melalui organisasi agar mau bekerja dengan penuh kebanggaan dan antusias ke arah pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.

Melakukan evaluasi

Evaluasi merupakan tahap terakhir di dalam proses strategi. Pada dasarnya evaluasi strategi mencakup 3 hal, yaitu:

Mereview faktor internal dan eksternal yang menjadi dasar bagi strategi yang sedang berlangsung,

Mengukur kinerja yang telah dilakukan, dan

Mengambil berbagai tindakan perbaikan.

Evaluasi strategi sangat diperlukan sebab keberhasilan perusahaan dewasa ini tidak menjadi jaminan keberhasilan perusahaan di masa yang akan datang.

2. a. Definisi Misi dan Tujuan organisasi

Misi Organisasi yaitu menjelaskan kegunaan dan alasan mengapa suatu organisasi ada atau rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi (visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan). Dan biasanya memberikan gambaran yang jelas tentang ciri pokok produk yang ditawarkan dan tekhnologi yang digunakan oleh organisasi, kebutuhan konsumen yang hendak dipenuhi & konsumen yang hendak dituju, serta karakter, pasar dimana organisasi akan bersaing, komitmen terhadap karyawan, filosofi diri serta citra organisasi yang diharapkan dari masyarakat. Perubahaan misi akan dapat merubah batasan bisnis perusahaan.

Tujuan organisasi merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi dan juga merupakan sesuatu apa yang akan dicapai atau dihasilkan pada kurun waktu tertentu dalam suatu organisasi / perusahaan. Tujuan juga dirumuskan dalam dua bentuk yaitu tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang. Perbedaan kedua terletak dalam waktu pencapaian dan cara penulisannya. Tujuan jangka pendek biasanya lebih spesifik dibandingkan jangka panjang.

b. PT. ASURANSI JIWA BUMI ASIH JAYA


Bumi Asih Jaya merupakan salah satu perusahaan asuransi jiwa local yang cukup besar dan cukup dikenal di tanah air, sebagai salah satu perusahaan yang telah berpengalaman selama puluhan tahun. Bumi Asih Jaya telah teruji dan terpecaya di masyarakat, sehingga tetap eksis sampai saat ini.

VISI

Agar semua orang memiliki polis asuransi jiwa untuk proteksi.

MISI

1. Mendidik orang untuk mampu melihat jauh ke depan.

2. Mengajak orang untuk bergotong royong.

3. a. Analisis lingkungan eksternal organisasi (EFAS) adalah suatu analisis yang digunakan untuk menilai seatu perusahaan berdasarkan factor eksternal. Analisis ini bisa menggunakan analisis SWOT.

b. Faktor yang dianalisis dalam analisis lingkungan sosial (makro) :

Demografi

Global

Teknologi Politik Legal

Sosial

Ekonomi

Faktor yang dianalisis dalam analisis lingkungan tugas (mikro) :

Kompetitor

Supplier

Substitusi

Pelanggan


JURNAL PASAR MODAL (Riset Akuntansi)


Nama Jurnal lengkap dengan edisi

Peneliti

Topik, Judul dan bidang penelitian

Variabel yang digunakan

Tujuan Penelitian

Hasil Penelitian dan

Alat Analisis

§ Peluang Penelitian

§ Penelitian yang mendukung dan yang tidak

Jurnal Akuntansi Dan Keuangan Vol. 7, No. 2, Juli 2002

Endah Susetianingsih, Einde Evana, dan Komaruddin

Analisis Pengaruh Pemecahan Saham (Stock Split-Up)

Terhadap Likuiditas Saham Perusahaan: Suatu Event Studi

Di Bursa Efek Jakarta

Y= Likuiditas Saham Perusahaan

X1= Stock Split atau pemecahan saham

Untuk mengetahui dampak yang ditimbulkannya

dari sinyal yang ditimbulkannya di bursa dalam bentuk aktivitas jumlah perdagangan.

Hasil yang diperoleh

dengan menggunakan Wilcoxon Test memperlihatkan tidak adanya perbedaan yang signifikan dalam aktivitas jumlah perdagangan saham pada saat sebelum dilakukan split dan sesudah split.

Alat Analisis:

Likuiditas Saham Perusahaan diukur oleh Stock Split atau pemecahan saham

Peluang Penelitian : Stock Split inkonsistensi hasil riset

Penelitian yang mendukung dilakukan oleh:

Agung Baruno

Jaka E Cahyono

Penelitian yang tidak mendukung dilakukan oleh :

Lukaas Setia

Jurnal

Akuntansi dan

Keuangan

Vol. 8, No. 2, Juli 2003

Maya Indria, Kiagus Andi dan Yuliansyah

Pengaruh Tingkat Laba, Laverage, Cash Flow

Dan Current Ratio Terhadap Keputusan Pembagian

Deviden Tunai Dan Deviden Saham Pada Perusahaan

Yang Listing Di BEJ

Y1 =

deviden tunai

Y2= deviden saham

X1= tingkat laba

X2= laverage

X2= cash flow

X3= current ratio

Untuk mengetahui seberapa besar tingkat laba, laverage, cashflow dan curent rasio terhadap keputusan membagikan deviden tunai dan deviden saham.

Hasil Independent Sample t-test menunjukkan bahwa tingka laba

perusahaan yang membagikan deviden tunai dan perusahaan yang membagikan deviden saham berbeda secara signifikan, sedangkan

laverage, cash flow dan current ratio antar kedua perusahaan tersebut berbeda tapi tidak signifikan dalam memutuskan jenis deviden yang

akan dibagikan.

Alat Analisis:

deviden tunai dan deviden saham diukur oleh tingkat laba, laverage, cash flow dan current ratio

Peluang Penelitian :

Inkonsistensi hasil penelitian

Penelitian yang mendukung dilakukan oleh:

Fakhruddin,

K.S dwi

Christine Dwi Karya

Penelitian yang tidak mendukung dilakukan oleh :

Djalal Nachrowi

Jurnal Riset Akuntansi Indonesia Vol. 9, 2008

Sony Abimanyu Tarigan

Dan Hasan Sakti Siregar

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Y= Struktur Modal

X1= Struktur Aktiva

X2= Profitabilitas

X3= Operating Leverage

X4= Likuiditas

X5= Pertumbuhan Penjualan

Tujuan riset ini adalah untuk menguji efek dari struktur dari asset, profitabilitas, beroperasi pengungkitan, likuidas, dan pertumbuhan menjual ke [perusahaan/ rombongan] struktur modal.

Hasil pengujian secara individual (parsial) diketahui bahwa variabel return on investment, degree of operating leverage, current ratio dan growth sales memiliki pengaruh yang signifikan terhadap debt to tottal aset ratio, hanya variabel tangibility of asset yang tidak berpengaruh signifikan terhadap debt to tottal aset ratio pada tingkat kepercayaan 95%. Variabel tangibility of asset tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap struktur modal perusahaan apabila diuji secara parsial.

Alat Analisis: Struktur Modal diukur oleh Struktur Aktiva, Profitabilitas, Operating Leverage, Likuiditas dan Pertumbuhan Penjualan

Peluang Penelitian :

Profitabilitas, Operating Leverage, Likuiditas dan Pertumbuhan Penjualan (konsistensi)

Struktur aktiva (inkonsistensi)

Penelitian yang mendukung dilakukan oleh:

Annio Indah L

Susilawati

Pahala Indra

Penelitian yang tidak mendukung dilakukan oleh :

Kuswadi

Warsono

Jurnal Riset Akuntansi Indonesia Vol. 8, 2008

Efendi

Pengaruh Rasio Profitabilitas, Rasio Solvabilitas,dan Risiko Sistematis terhadap Harga Saham Properti di Bursa Efek Jakarta

Y= Harga Saham

X1= Resiko Sistematis

X2= Return on asset

X3= Return on Equity

X4= Debt Equity Ratio

Tujuan riset ini adalah untuk mengetahui efek yang empiris tentang Ratio/Perbandingan Profitabilitas, Pengungkitan Perbandingan, dan Resiko yang sistematis yang manapun secara parsial atau secara serempak [bagi/kepada] [perusahaan/ rombongan] [properti/milik] harga bursa/stock pada jakarta bursa saham.

Hasil menunjukkan bahwa ROA, DER, dan BETA variabel secara serempak mempunyai dengan mantap mempengaruhi ke rentabilitas menilai di 95% interval kepercayaan.

Alat Analisis:

Harga Saham diukur oleh Resiko Sistematis, Return on asset, Return on Equity dan Debt Equity Ratio

Peluang Penelitian :

Return On Assets (ROA),

Debt Equity Ratio (DER), dan

Risiko Sistematis (BETA) konsistensi terhadap Harga Saham

Penelitian yang mendukung dilakukan oleh:

Januarino Aditya,

Ari Christianti

Penelitian yang tidak mendukung dilakukan oleh :

Sekar Mayangsari

Jurnal

Akuntansi dan

Keuangan

Vol. 8, No. 2, Juli 2003

Elva Zainani S,Einde Evana dan Rindu Rika Gamayuni

Analisis Pengaruh Informasi Akuntansi Terhadap

Perubahan Harga Saham Perusahaan-Perusahaan Yang

Tergabung Dalam Indeks LQ 45 Di Bursa Efek Jakarta

(BEJ)

Y= Harga saham

X1= Earning per Share (EPS)

X2= Price Earning Ratio (PER)

X3=

Book Value per Share (BVS)

X4= Price to Book Value (PBV)

X5= Operating

Profit per Share (OPS)

untuk mengetahui seberapa besar pengaruh informasi akuntansi

tersebut terhadap harga saham perusahaan-perusahaan yang

tergabung dalam LQ 45 di BEJ.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa EPS berpengaruh negatif tidak

signifikan, BVS berpengaruh positif tidak signifikan, PER berpengaruh

positif tidak signifikan, OPS berpengaruh negatif tidak signifikan,

sedangkan PBV berpengaruh positif signifikan sebanyak 81,7% terhadap

perubahan harga saham perusahaan yang tergabung dalam LQ 45.

Alat Analisis:

Harga saham diukur oleh Earning per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER),

Book Value per Share (BVS), Price to Book Value (PBV) dan Operating

Profit per Share (OPS)

Peluang Penelitian :

EPS dan OPS (inkonsistensi)

BVS, PER dan PBV (konsistensi)

Penelitian yang mendukung dilakukan oleh:

Arief Susteyo, Husein Umar, Agnes Sawir

Penelitian yang tidak mendukung dilakukan oleh :

Triton

Copyright 2009 R471H Blogger. All rights reserved.
Free WPThemes presented by Leather luggage, Las Vegas Travel coded by EZwpthemes.
Bloggerized by Miss Dothy